Panduan all-in-one: wave counting, rules, entry/exit, dan contoh nyata di Crypto, Forex, dan Saham Indonesia.
Elliott Wave adalah teori bahwa pergerakan harga pasar mengikuti pola berulang yang terdiri dari 8 gelombang: 5 gelombang impuls (searah trend) dan 3 gelombang koreksi (berlawanan trend). Pola ini terjadi di semua timeframe dan semua market.
Gerakan pertama — biasanya pendek dan sering tidak dikenali. Dimulai dari akhir koreksi sebelumnya. Susah diidentifikasi saat terjadi.
Koreksi dari Wave 1. TIDAK boleh turun melebihi awal Wave 1. Biasanya 50%–61.8% dari Wave 1. Sering terlihat menakutkan tapi itu jebakan bears.
Paling panjang dan kuat. Minimum 161.8% dari Wave 1. Di sinilah volume terbesar dan momentum tertinggi. TIDAK boleh yang terpendek dari W1 dan W5.
Koreksi dari Wave 3. TIDAK boleh masuk ke territory Wave 1 (kecuali di beberapa futures/leverage). Biasanya 23.6%–38.2% dari Wave 3.
Gerakan terakhir searah trend. Biasanya lebih lemah dari Wave 3 (divergence di RSI). Equal dengan Wave 1 atau 61.8% dari total Wave 1–3. Setelah Wave 5, koreksi ABC dimulai.
Penurunan pertama setelah Wave 5. Banyak yang kira ini koreksi biasa. Volume masih bisa tinggi.
Bounce dari Wave A. Sering menjebak bulls — terlihat seperti kelanjutan uptrend. JANGAN beli di Wave B!
Penurunan terakhir dan terkuat dalam koreksi. Biasanya equal dengan Wave A atau 161.8% dari Wave A. Di sinilah orang panik jual.
| Rule | Aturan | Jika dilanggar | Penyebab umum |
|---|---|---|---|
| Rule 1 | Wave 2 TIDAK boleh melewati start Wave 1 | Wave count salah total — mulai ulang | Kamu salah identifikasi Wave 1 |
| Rule 2 | Wave 3 TIDAK boleh yang terpendek dari W1 dan W5 | Relabel — swap Wave 3 dan Wave 5 | Sering salah di market sideways |
| Rule 3 | Wave 4 TIDAK boleh memasuki territory Wave 1 | Kemungkinan bukan 5-wave impuls — cek ulang | Salah di diagonal atau leading wave |
Koreksi paling tajam. Wave A = 5 sub-wave, B = 3, C = 5. C biasanya sama dengan A atau 161.8% dari A. Paling sering di Wave 2.
Koreksi sideways. A=3, B=3, C=5. Wave B kembali ke awal Wave A. Paling sering di Wave 4. Lebih sulit diidentifikasi.
5 sub-wave berlabel A-B-C-D-E. Sering muncul di Wave 4 atau Wave B. Breakout setelah Wave E biasanya kuat.
Kombinasi dua atau lebih pola koreksi yang dihubungkan Wave X. Paling sulit diidentifikasi. Biasanya di Wave 4 pada uptrend besar.
| Degree | Timeframe | Durasi | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Grand Supercycle | Monthly / Yearly | Dekade | Investor jangka sangat panjang |
| Supercycle | Monthly | Beberapa tahun | Investor saham/crypto jangka panjang |
| Cycle | Weekly / Monthly | 1–2 tahun | Swing trader jangka menengah |
| Primary | Weekly / Daily | Bulan–setahun | Swing trader |
| Intermediate ★ | Daily / 4H | Minggu–bulan | Most traders — paling praktis |
| Minor | 4H / 1H | Hari–minggu | Day trader aktif |
| Minute | 1H / 15M | Jam–hari | Intraday trader |
| Minuette | 15M / 5M | Menit–jam | Scalper |
Terbaik & paling umum. Entry di akhir Wave 2 sebelum Wave 3 yang kuat. Risk/Reward terbaik karena Wave 3 selalu terpanjang.
Entry: Akhir Wave 2 (50–61.8% dari W1)
SL: Di bawah awal Wave 1
TP1: Level Wave 1 high
TP2: 161.8% dari Wave 1
Entry di akhir Wave 4 sebelum Wave 5. Lebih aman karena trend sudah terkonfirmasi.
Entry: Akhir Wave 4 (23.6–38.2% dari W3)
SL: Di bawah top Wave 1
TP: 100–161.8% extension W1 dari top W3
Entry di akhir koreksi ABC sebelum siklus impuls baru dimulai. Cocok untuk posisi besar jangka panjang.
Entry: Akhir Wave C (C = A atau 161.8% A)
SL: Di bawah Wave C extreme
TP: High Wave 5 sebelumnya
| Entry di | Stop Loss | TP1 | TP2 | R:R rata-rata |
|---|---|---|---|---|
| Wave 2 | Di bawah start Wave 1 (jauh) | High Wave 1 (retest) | 161.8% W1 (target W3) | 1:3 hingga 1:8 |
| Wave 4 | Di bawah top Wave 1 | High Wave 3 | 100–161.8% W1 extension | 1:2 hingga 1:4 |
| Wave C | 5–10% di bawah low Wave C | High Wave B | High Wave 5 / Wave A start | 1:2 hingga 1:5 |
Cari impulse pertama yang jelas naik dari swing low. Harus 5 sub-wave di dalamnya. Konfirmasi dengan volume yang naik.
Tarik Fib Retracement dari start Wave 1 ke top Wave 1. Tunggu harga retracement ke level 50%–61.8%.
Cari candle reversal (bullish engulfing, hammer, pin bar) di zona 50–61.8%. Volume harus turun saat koreksi Wave 2.
Entry di konfirmasi candle reversal. SL tepat di bawah start Wave 1. TP1 di high Wave 1, TP2 di 161.8% dari Wave 1.
Wave 3 harus melampaui high Wave 1 dengan volume besar. Jika tidak tembus, pertimbangkan keluar karena count mungkin salah.
Wave 3 di crypto biasanya sangat panjang (261.8%–423.6% dari W1) karena market masih muda dan volatile. Wave 2 sering koreksi dalam (61.8%–78.6%). Wave 4 lebih dangkal (23.6%–38.2%). Koreksi ABC bisa sangat dalam (50–70% dari seluruh bull run).
Forex bergerak lebih teratur dan "buku teks" dibanding crypto. Wave lebih proporsional karena dipengaruhi fundamental dan bank sentral. Wave 3 biasanya 161.8%–261.8% dari W1. Koreksi lebih sering berbentuk flat atau triangle. Session overlap (London-NY) sering menjadi titik start wave baru.
Wave di saham Indonesia dipengaruhi kuat oleh IHSG dan sentimen regional Asia. BBCA, BBRI, TLKM cenderung bergerak lebih lambat dan teratur dibanding crypto. Wave 3 biasanya 161.8%–200% dari W1. Koreksi Wave 4 sering berbentuk flat atau triangle karena fundamental kuat. Saat IHSG koreksi, hampir semua saham ikut — wave count individual bisa terganggu.
| Aspek | Crypto | Forex | Saham Indonesia |
|---|---|---|---|
| Keteraturan wave | Tinggi tapi volatile | Paling teratur | Sedang |
| Wave 3 extension | 261%–423% | 161%–261% | 161%–200% |
| Koreksi Wave 2 | 61.8%–78.6% | 50%–61.8% | 38.2%–61.8% |
| Koreksi Wave 4 | 23.6%–38.2% | 23.6%–50% | 23.6%–38.2% |
| TF terbaik | 4H / Daily | 4H / Daily | Weekly / Daily |
| Gangguan fundamental | Rendah (24/7) | Tinggi (news) | Sedang (IHSG) |
| Jam terbaik entry | Bebas (24/7) | London-NY overlap | 10:00–11:30 WIB |
| Stop Loss tipikal | 5–15% | 20–80 pip | 3–8% |